Setelah mengetahui bahwa gw selalu salah ketika memutuskan mencintai seseorang, kadang ada rasa takut untuk jatuh cinta
Mungkin sebagian orang selalu beranggapan gw gampang jatuh cinta.. hahahaha
Jujur aja gw bukan gampang jatuh cinta, tapi gampang suka sama orang
Yup cuma suka aja, kalo gw jatuh cinta pasti ada sebuah pengorbanan yang gw lakukan untuk orang tsb
Tapi sampe sekarang gak ada yang bisa membuat gw merasa harus berkorban
Gw merasa nyaman dengan rasa suka.. Karna ketika gw bilang cinta, gw tahu bahwa harus ada sesuatu yang dibuktikan agar dia tahu gw cinta.
Kemaren temen gw minta di temenin ke IKJ, untuk ketemu seseorang..
Yah katanya dia jatuh cinta sama si cowo itu.. Tapi kenyataannya temen gw ini udah punya cowo
sampe akhirnya dia gak bisa jadian ama si cowo IKJ.
Mungkin kedengerannya agak aneh, kenapa dia ampe segitu merasa "cinta" dengan si cowo IKJ
Gw pikir jatuh cinta itu butuh pengorbanan, kalo lo cuma sebatas suka aja, maka wajar aja lo ga usah berkorban
Kemaren gw sempet agak sebel ama temen gw, udah tau si cowo IKJ ini gak masuk kuliah..
eh malah tetep aja ngotot mau ke sana.. yah apa mau dikata, sebagai temen yang baik (baik sama bego itu beda tipis ya boo ^_^)
Gw tetep temenin dia, nyari dimana fakultas Grafiti.. aneh juga ya baru denger gw ada jurusan grafiti..
Kemaren sih setau gw gak ada tuh fakultas grafiti, entahlah kalo beneran ada
Tapi gw cukup dibuat oon dengan mau aja keliling kampus orang, walaupun tau orang yang dicari gak ada
Akhirnya gw sama dia ke sensi, keliling sensi.. lumayan buat kaki lecet..
dan entah kenapa banyak orang yang menyadari kaki gw lagi lecet.. hahaha
Lumayan cape sih, tapi ga papa deh
Abis nungguin dia pulang,, loh kok..hehe dia sih yang temenin gw nungguin nyokap ama ade gw
Gw keliling sensi kaya anak ilang, sambil menikmati kesakitan. halah
Yihaaaaaaaaa akhirnya bisa nonton 2012
ehm menurut gw film ini cukup menguras emosi, dan perasaan.. walaupun agak "standard" dalam hal efek..
yah justru gw pengen efek yang lebih keren dari itu
Rabu, 18 November 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
emansipasi?
Hehe coba2 dulu ya posting dr my blackberry
Gak tau kenapa hari ini gw merasakan emansipasi gak bisa dibilang eksis
Setiap gw liat ada cowo yg pdkt sama cewe, eh ketika si cewe yang balik PDKT dia malah menjauh
Hahahaha ada-ada aja.. Kenapa sih dengan wanita? Apa ada yang salah?
Ketika melihat statusnya dia, gw pikir yang salah adalah gw
Baru kali ini gw liat ada cowo yg aneh kaya dia
Bener-bener unik, ketika di pancing malah gak mempan
Ok ganti topik ke seseorang yg terlihat pintar
Kita sebut dia coklat,,hehe karna kadang dia manis tapi pahit
Si coklat ini mempunyai banyak hal yang bisa ia banggakan, tp ia juga mempunyai kekurangan..
Yah tentunya gak ada manusia yang sempurna di dunia ini
Ada dua hal yg membuat coklat terasa pahit, dan gw sebagai temannya (masih gak sih) hanya bisa berharap Tuhan membukakan hatinya
Coklat itu gampang meleleh, huff tapi gw gak mau membuat dia meleleh
Coklat itu baik, tapi keras kepala.. Dia suka berdiri dengan pEngertiannya sendiri
Coklat itu suDah terkontaminasi dengan senyawa lain yang membuat dia berubah rasa
Membuat dia terlihat bagus di luar, tapi sebenarnya rapuh
Sayangnya dia gak mau jika ada yang menasehatinya
Gak tau kenapa hari ini gw merasakan emansipasi gak bisa dibilang eksis
Setiap gw liat ada cowo yg pdkt sama cewe, eh ketika si cewe yang balik PDKT dia malah menjauh
Hahahaha ada-ada aja.. Kenapa sih dengan wanita? Apa ada yang salah?
Ketika melihat statusnya dia, gw pikir yang salah adalah gw
Baru kali ini gw liat ada cowo yg aneh kaya dia
Bener-bener unik, ketika di pancing malah gak mempan
Ok ganti topik ke seseorang yg terlihat pintar
Kita sebut dia coklat,,hehe karna kadang dia manis tapi pahit
Si coklat ini mempunyai banyak hal yang bisa ia banggakan, tp ia juga mempunyai kekurangan..
Yah tentunya gak ada manusia yang sempurna di dunia ini
Ada dua hal yg membuat coklat terasa pahit, dan gw sebagai temannya (masih gak sih) hanya bisa berharap Tuhan membukakan hatinya
Coklat itu gampang meleleh, huff tapi gw gak mau membuat dia meleleh
Coklat itu baik, tapi keras kepala.. Dia suka berdiri dengan pEngertiannya sendiri
Coklat itu suDah terkontaminasi dengan senyawa lain yang membuat dia berubah rasa
Membuat dia terlihat bagus di luar, tapi sebenarnya rapuh
Sayangnya dia gak mau jika ada yang menasehatinya
Minggu, 11 Oktober 2009
Bias pelangi
Hujuan kini telah berhenti,
Dan pelangi yang kau ciptakan untuk ku pun
kini mulai pudar
dalam bias cahaya nya
Mungkin kini saatnya aku lanjutkan perjalanan ku sendiri
Meski aku masih selalu berharap
Pelangi akan senantiasa menemani ku di sini
Dengan cahaya mu yang menghangatkan juwa ku
Terimakasih untuk sebusur pelangi yang telah mewarnai hidup ku
Meski cahaya mu kini bukan untuk ku
Semoga warna-warnu indah mu
Akan selalu menyejukkan hati orang-orang yang mengasihi mu
seperti diri ku...
Dan pelangi yang kau ciptakan untuk ku pun
kini mulai pudar
dalam bias cahaya nya
Mungkin kini saatnya aku lanjutkan perjalanan ku sendiri
Meski aku masih selalu berharap
Pelangi akan senantiasa menemani ku di sini
Dengan cahaya mu yang menghangatkan juwa ku
Terimakasih untuk sebusur pelangi yang telah mewarnai hidup ku
Meski cahaya mu kini bukan untuk ku
Semoga warna-warnu indah mu
Akan selalu menyejukkan hati orang-orang yang mengasihi mu
seperti diri ku...
Kamis, 08 Oktober 2009
Scars Of Love
Some years ago on a hot summer day in south Florida a little boy decided to go for a swim in the old swimming hole behind his house. In a hurry to dive into the cool water, he ran out the back door, leaving behind shoes, socks, and shirt as he went.He flew into the water, not realizing that as he swam toward the middle of the lake, an alligator was swimming toward the shore.
His mother in the house was looking out the window saw the two as they got closer and closer together. In utter fear, she ran toward the water, yelling to her son as loudly as she could. Hearing her voice, the little boy became alarmed and made a U-turn to swim to his mother.
It was too late. Just as he reached her, the alligator reached him. From the dock, the mother grabbed her little boy by the arms just as the alligator snatched his legs. That began an incredible tug-of-war between the two. The alligator was much stronger than the mother, but the mother was much too passionate to let go. A farmer happened to drive by, heard er screams, raced from his truck, took aim and shot the alligator.Remarkably, after weeks and weeks in the hospital, the little boy survived. His legs were extremely scarred by the vicious attack of the animal. And, on his arms, were deep scratches where his mother's fingernails dug into his flesh in her effort to hang on to the son she loved.The newspaper reporter, who interviewed the boy after the trauma, asked if he would show him his scars. The boy lifted his pant legs. And then, with obvious pride, he said to the reporter, "But look at my arms.
I have great scars on my arms, too. I have them because my Mom wouldn't let go."You and I can identify with that little boy. We have scars, too. Not from an alligator, but the scars of a painful past.
Some of those scars are unsightly and have caused us deep regret. But, some wounds, my friend, are because God has refused to let go. In the midst of your struggle. He's been there holding on to you.The Scripture teaches that God loves you. You are a child of God. He wants to protect you and provide for you in every way. But sometimes we foolishly wade into dangerous situations, not knowing what lies ahead.
The swimming hole of life is filled with peril - and we forget that the enemy is waiting to attack. That's when the tug-of-war begins - and if you have the scars of His love on your arms be very, very grateful. He did not and will not ever let you go.
Never judge another person's scars, because you don't know how they were made.
His mother in the house was looking out the window saw the two as they got closer and closer together. In utter fear, she ran toward the water, yelling to her son as loudly as she could. Hearing her voice, the little boy became alarmed and made a U-turn to swim to his mother.
It was too late. Just as he reached her, the alligator reached him. From the dock, the mother grabbed her little boy by the arms just as the alligator snatched his legs. That began an incredible tug-of-war between the two. The alligator was much stronger than the mother, but the mother was much too passionate to let go. A farmer happened to drive by, heard er screams, raced from his truck, took aim and shot the alligator.Remarkably, after weeks and weeks in the hospital, the little boy survived. His legs were extremely scarred by the vicious attack of the animal. And, on his arms, were deep scratches where his mother's fingernails dug into his flesh in her effort to hang on to the son she loved.The newspaper reporter, who interviewed the boy after the trauma, asked if he would show him his scars. The boy lifted his pant legs. And then, with obvious pride, he said to the reporter, "But look at my arms.
I have great scars on my arms, too. I have them because my Mom wouldn't let go."You and I can identify with that little boy. We have scars, too. Not from an alligator, but the scars of a painful past.
Some of those scars are unsightly and have caused us deep regret. But, some wounds, my friend, are because God has refused to let go. In the midst of your struggle. He's been there holding on to you.The Scripture teaches that God loves you. You are a child of God. He wants to protect you and provide for you in every way. But sometimes we foolishly wade into dangerous situations, not knowing what lies ahead.
The swimming hole of life is filled with peril - and we forget that the enemy is waiting to attack. That's when the tug-of-war begins - and if you have the scars of His love on your arms be very, very grateful. He did not and will not ever let you go.
Never judge another person's scars, because you don't know how they were made.
Kutuk menjadi berkat
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan ini seperti yang terjadi sekarang ini yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (kej 50:20)
Ibu sutini, pemilik warung nasi di dekat rumah saya mempunyai pengalaman pahit di masa lalunya. Umur 16 tahun, ia di nikahkan dengan pria yang tidak dicintainya, diceraikan 5 tahun kemudian, dan harus berjuang bersama dua anaknya yang masih balita. Akan tetapi ia tidak pernah menyalahkan siapapun, bahkan dia bertekad untuk tidak mengulangi hal yang sama terhadap kedua putranya. Mereka bebas memilih pasangan hidupnya masing2 tanpa paksaan.
Dalam perjalanan hidup, kita mungkin pernah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang lain. Beberapa orang mungkin tidak mau mengingat itu seumur hidupnya. Namun ingatlah bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal seperti itu untuk menjadi berkat bagi orang lain
Yusuf adalah salah satu contoh luar biasa bagaimana Allah sanggup mengubah hal yang sangat buruk dalam hidupnya menjadi kebahagiaan, bahkan Dia memberikan "hadiah" yang luar biasa atas kesediaannya menjalani proses yang Allah berikan
Tuhan Yesus adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dia mengalami aniaya, penolakan, dinyatakan bersalah tanpa sebab yang jelas, sampai mati di kayu salib, Tuhan Yesus tidak mau membalas dendam. Sebaliknya penderitaan luar biasa yang dialami-Nya kelak dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi setiap orang yang mau menerima Dia sebagai Juruslamat, tak terkecuali bagi penganiayaNya
Hari-hari ini mungkin kita sedang mengalami keadaan tidak mengenakkan dan ada banyak pertanyaan di benak kita. Jangan terburu-buru menyalahkan Tuhan atau sesama manusia. Belajarlah untuk merespons seperti Yusuf dan Tuhan Yesus sampai rencana dan kehendak Allah dinyatakan dalam hidup kita
Ibu sutini, pemilik warung nasi di dekat rumah saya mempunyai pengalaman pahit di masa lalunya. Umur 16 tahun, ia di nikahkan dengan pria yang tidak dicintainya, diceraikan 5 tahun kemudian, dan harus berjuang bersama dua anaknya yang masih balita. Akan tetapi ia tidak pernah menyalahkan siapapun, bahkan dia bertekad untuk tidak mengulangi hal yang sama terhadap kedua putranya. Mereka bebas memilih pasangan hidupnya masing2 tanpa paksaan.
Dalam perjalanan hidup, kita mungkin pernah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang lain. Beberapa orang mungkin tidak mau mengingat itu seumur hidupnya. Namun ingatlah bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal seperti itu untuk menjadi berkat bagi orang lain
Yusuf adalah salah satu contoh luar biasa bagaimana Allah sanggup mengubah hal yang sangat buruk dalam hidupnya menjadi kebahagiaan, bahkan Dia memberikan "hadiah" yang luar biasa atas kesediaannya menjalani proses yang Allah berikan
Tuhan Yesus adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dia mengalami aniaya, penolakan, dinyatakan bersalah tanpa sebab yang jelas, sampai mati di kayu salib, Tuhan Yesus tidak mau membalas dendam. Sebaliknya penderitaan luar biasa yang dialami-Nya kelak dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi setiap orang yang mau menerima Dia sebagai Juruslamat, tak terkecuali bagi penganiayaNya
Hari-hari ini mungkin kita sedang mengalami keadaan tidak mengenakkan dan ada banyak pertanyaan di benak kita. Jangan terburu-buru menyalahkan Tuhan atau sesama manusia. Belajarlah untuk merespons seperti Yusuf dan Tuhan Yesus sampai rencana dan kehendak Allah dinyatakan dalam hidup kita
Selasa, 12 Mei 2009
Pohon pakis dan bambu
Suatu Hari aku memutuskan untuk berhenti .
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku, aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.
"Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang Ada dihutan ini?"
"Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat Dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. "
"Dalam tahun ketiga tetap tidak Ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. "
"Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan
Sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap Ku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu Hari.
Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku, aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.
"Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang Ada dihutan ini?"
"Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat Dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. "
"Dalam tahun ketiga tetap tidak Ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. "
"Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan
Sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap Ku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu Hari.
Hari-Hari yang baik memberikan kebahagiaan; Hari-Hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Hubungan apakah yang sedang kamu bina?
Segitiga Cinta
Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.
Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi.
Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.
Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.
Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.
Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak /isterinya.
Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi.
Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh?
Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.
Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai "triangular love" atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi : Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.
Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.
Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.
Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".
Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.
Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.
Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.
Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila) .
Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.
Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi.
Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.
Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.
Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.
Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak /isterinya.
Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi.
Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh?
Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.
Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai "triangular love" atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi : Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.
Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.
Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.
Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".
Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.
Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.
Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.
Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila) .
Langganan:
Postingan (Atom)